Showing posts with label muslim. Show all posts
Showing posts with label muslim. Show all posts

Saturday, April 26, 2008

Servanthood: Abu Bakr as-Siddiq (may God be pleased with him) is the greatest wali after the Prophets

The greatness of a saint lies not in vision or perception; it lies in serving God. Man is the servant of God and in the service of God lays his perfection and glory. The more one serves God, the more perfect one is. If he thinks that he can transcend the boundaries of servanthood, or that it is a mark of perfection, he is most ignorant, and farthest removed from the right path.

The measure of a wali’s greatness is his faith and his obedience to God. Miracles (karamah) are no criterion. The revelation of secrets (kashf) or the control over events (tasarruf), are not necessarily better than those acts which do not produce them. If a kashf and tasarruf is not helpful for religion it is a worldly thing: a lot of infidels, pagans and men of the book perform them, whereas many Muslims don’t.

The best of the saints of God are those who follow the Prophet most closely: that is why Abu Bakr as-Siddiq (may God be pleased with him) is the greatest wali after the Prophets.

Tuesday, December 18, 2007

Dilema Muslim: Islam Hadhari atau Islam Madani?

Kelihatannya dunia kini menangis. Masyarakat dunia sedang menyaksikan kepongahan US dengan ideologi kapitalisnya yang menjadikan peradaban terkoyak dan melahirkan berbagai-bagai kesusahan di berbagai sektor kehidupan.

Perang terjadi di mana-mana dan menurut tesisnya mesti terjadi minimal 10 tahun sekali. Jurangan Oil & Gas dunia terus menari-nari diatas darah masyarakat dunia. Apatah lagi jurangan senjata & pertahanan yang menjadi gergaji 2 mata.

Di dalam negara, krisis multidimensi kian mula parah melanda negara. Kemiskinan tegar seolah-olah tidak dapat dihapuskan samasekali walaupun berbagai-bagai pelan dan program diusul, diaju, dan dilaksanakan. Pengangguran kian membengkak; ijazah dan diploma IPT saperti tidak ada nilainya. Ekonomi negara tidak pernah stabil walaupun berbagai-bagai projek mega dan supermega diadakan. Kos sara hidup semakin meningkat dan membebankan.

Umat pula mudah diadu-dombakan dengan sentimen ras dan agama.

Belum lagi umat ini kembali pulih dan sihat dari derita virus - krisis matawang 10 tahun yang lalu, kini para pakar ekonomi mengkashafkan negara dan wilayah akan menghadapi krisis siri ke 2.

Semua masalah ini memerlukan solusi yang fundamental.

Dari kapitalis yang menjadi biang kerok masalah tidak mungkin kita harapkan. Sosialis telah terkubur dan nyata kegagalannya. Maka pada posisi dan kesempatan inilah seharusnya kita menghadirkan Islam yang berideologi sebagai alternatif: Islam Hadhari atau Islam Madani?